Memorandum Rakyat Indonesia

aksi777Prihatin menyaksikan sepak-terjang para elite politik Indonesia di Jakarta yang menyibukkan diri mereka sehari-hari dengan politik perebutan kekuasaan yang vulgar dan tidak demokratis sambil sengaja mengabaikan tugas-tugas besar untuk menyelamatkan negara dan bangsa Indonesia dari berbagai macam krisis yang sedang diderita.

Kami rakyat Indonesia yang tidak mewakili kepentingan kelompok manapun kecuali kepentingan kami sebagai rakyat negara Republik Indonesia membuat Memorandum berikut:

  1. Jangan korbankan negara Republik Indonesia demi dan atas nama apapun
  2. Jangan lupakan atau manipulasi Enam Visi Reformasi Gerakan Mahasiswa Indonesia yang menumbangkan rezim Orde Baru
  3. Jangan biarkan wakil rakyat memanipulasi kepentingan rakyat demi kepentingan jangka pendek partai
  4. Jangan hanya menuntut terciptanya pemerintahan atau Eksekutif yang bersih dan reformis, tapi Legislatif dan Judikatif yang bersih dan reformis juga mutlak perlu
  5. Jangan jadikan politik sebagai panglima dengan mengorbankan sendi-sendi kehidupan lain seperti ekonomi, sosial, budaya, pendidikan, dan lain lain
  6. Jangan korbankan etika dan moral politik demi politik machiavelisme antar-partai
  7. Jangan lupakan bahwa rakyat Indonesia masih hidup miskin dan sengsara akibat salah urus negara oleh rezim Orde Baru

Demikianlah Memorandum kami.
Denpasar, Bali, 7 Februari 2001

Kami yang membuat dan mendukung Memorandum:
Saut Situmorang, penyair dan eseis, Denpasar
Tan Lioe Ie, penyair, Denpasar
Raudal Tanjung Banua, mahasiswa, Denpasar
Warih Wisatsana, penyair, Denpasar
Nuryana A. Saddys Asmara, penyair, Denpasar
Cok Sawitri, penyair, Denpasar
Y. Winanto, reporter, Denpasar
Mas Ruscita, pencinta seni, Denpasar
Gus Martin, pencinta seni, Denpasar
Gentry Amalo, mahasiswa, Denpasar
Habsari Savitri, mahasiswa, Denpasar
Wayan Sunarta, penyair, Denpasar
A Saichu Imran, Komunitas SAMPAH, Denpasar
Djoko Wasono, mahasiswa, Denpasar
Okti Ahmad Yani, mahasiswa, Denpasar
Adolf Tapilatu, SMID, Denpasar
Yuanita Ramadhan, SMID, Denpasar
Ngurah Karyadi, JIKA, Denpasar
Yudhi Irawanto, SMID, Denpasar
Jonet TM, mahasiswa, Denpasar
Pramita, mahasiswi, Denpasar
Sepadya, mahasiswi, Denpasar
Moel, musisi, Denpasar
Wendi Putranto, wartawan, Jakarta
Andre Tiranda, musisi, Jakarta
Adi S, musisi, Jakarta
Jacob Alex, musisi, Jakarta
Alex Donald, musisi, Jakarta
Agung Nugroho, musisi, Jakarta
Usrox, musisi, Denpasar
Joko, mahasiswa, Denpasar
Timbul, calo motor, Denpasar
Agus Telop, musisi, Denpasar
Semadi, pencinta seni, Denpasar
Tony, pegawai swasta, Denpasar
Efrain M, mahasiswa, Denpasar
Jool, pelukis, Legian
Ngk Kt Danie, driver, Denpasar
Dede SS, pelukis, Denpasar
Mang Ming, social worker, Denpasar
Bowo, mahasiswa, Denpasar
Sakten, mahasiswa, Denpasar
Gun Gun, pengangguran, Denpasar
Detesa Aw, pengangguran, Denpasar
Putu Suasta, LSM, Denpasar
Fajar Arcana, wartawan, Denpasar
Panji Tisna, penulis dan edukator, Tabanan
Gede Phalayasa Inkanakarsa, pemerhati budaya, Bali
Rai Sulastra, wartawan, Denpasar
Kun Adyana, SEMA STSI, Denpasar
Kelompok Sudamala, STSI, Denpasar
RARE 99, STSI, Denpasar
Sinta Maroe, pemerhati seni-budaya, Denpasar
Ade “Alimin” Andreawan, mahasiswa, Denpasar
Goes – 2, mahasiswa, Denpasar
Dewa Ubud Merta YS, mahasiswa, Denpasar
Roni, mahasiswa, Denpasar
Ogek Diah, mahasiswa, Denpasar
Yudha Prakoso, wartawan, Denpasar
Hendrik T, mahasiswa/karyawan, Denpasar
Amartawa, karyawan, Denpasar
Suardika, penulis, Denpasar
IGA Bulan Purnama S, Bali Vision newscaster, Denpasar
Ucok Donny, Denpasar
Komang Ardana, mahasiswa, Denpasar
Made Budhiana, pelukis, Denpasar
Prihani, rakyat, Denpasar
Helmy, rakyat, Denpasar
B Wijaya S, rakyat, Denpasar

sumber: http://listserv.dartmouth.edu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *