TempoInteraktif

TEMPO Interaktif, Canberra: Bantuan dari kepolisian Federal Australia sudah terlihat bekerja, Rabu (16/10), di berbagai lokasi di Bali. Di media centre resmi yang berlokasi di Hotel Hard Rock, juga ditulis pengumuman bahwa hari ini telah datang lagi bantuan tambahan tenaga ahli untuk mengidentifikasi mayat-mayat korban ledakan bom di Legian, 12 Oktober lalu itu.

Sebagian anggota Polisi Federal Australia bekerja di Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah, Denpasar. Mereka tampak melakukan identifikasi maupun bertanya-tanya pada orang-orang yang dianggap mengetahui peristiwa di lokasi tersebut. Mereka juga menempelkan pengumuman di Rumah Sakit yang isinya meminta kepada warga negara Australia atau Selandia Baru yang megetahui atau memiliki informasi tentang peristiwa itu untuk menghubungi mereka di kantor operasi mereka di Bali.

Beberapa petugas berseragam biru-biru dan seragam coklat dengan tanda pangkat perwira juga terlihat berada di Hotel Hard Rock, di mana konsulat jenderal Australia membuka kantor untuk konsultasi terhadap para keluarga korban.

Sementara itu, mengenai jumlah korban, Jaringan Relawan Kemanusiaan Bali yang bekerja sama dengan Rumah Sakit Sanglah saat ini sudah berhasil mengidentifikasi 48 korban tewas, dan 40 orang sudah terkonfirmasi.

Korban tewas resmi yang diumumkan di media centre berjumlah 183 orang dan ditambah dua korban luka-luka yang tewas saat dievakuasi menuju Australia. Dengan jumlah tersebut, total korban menjadi 185. Tambahan informasi lainnya, sejak hari ini tidak ada lagi warga asing yang mengalami luka-luka dan masih dirawat di Bali. Semua sudah dievakuasi ke Australia. (Tomi Aryanto-Tempo News Room)

http://www.tempo.co.id/harian/fokus/2003/2,1,19,id.html

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *