Rabu, 16 Oktober 2002, 21:34 WIB

Denpasar, Rabu

Sebanyak 56 orang warga Indonesia telah dilaporkan hilang dalam peristiwa peledakan bom di  Kuta, Bali, Sabtu (12/10) malam. Laporan itu disampaikan oleh paman, saudara, ipar, kakak dan orang terdekat korban kepada Jaringan Relawan Kemanusiaan Bali (JRKB) dan RSUP Sanglah.

Koordinator JRKB Gentry FP Amalo di Denpasar, Rabu (16/10) malam, mengemukakan, keluarga korban yang melaporkan saudaranya yang hilang itu, sebagian diantaranya telah melengkapi dengan data tinggi badan, berat badan dan keterangan identitas korban.

Diantara beberapa nama yang telah dilaporkan hilang tersebut adalah

  • Agus Tirtayasa (20),
  • Aldi (29),
  • Aris Nurbani (23),
  • Aryoso Rahmat (46),
  • Aty Savitri (35),
  • Eddie Bakarsulung (56),
  • Eli Susanti Suharto (40),
  • Elizabeth Labuan (50),
  • Himawan Sardjono (35),
  • Home Turangan (35),
  • Komang Candra (30).
  • Lilis Puspita (35),
  • Made Wija (32),
  • Nanang Yulianto (24),
  • Ni Gusti Artini (35),
  • Nolanda Suprayoga (21),
  • Nyoman Kartika (21),
  • Nyoman Merta (41),
  • Putu Madika (16)
  • Rachmad Aryoso (35).

“Beberapa pelapor sudah menyertakan alamat nomer telepon mereka, karena itu bagi masyarakat yang menemukan beberapa nama tersebut bisa melakukan kontak ke alamat JRKB, yang berlokasi di Senat Mahasiswa Fakultas Sastra, Universitas Udayana dengan nomer telepon (0361) 257204,” ujarnya.

Menurut Gentry, pihaknya kini juga sedang mengusahakan untuk merujuk tiga orang WNI yang kini dirawat di RSUP Sanglah untuk dibawa ke Australia. “Pemerintah Australia menawari perawatan gratis bagi korban dan kami akan mengupayakannya, namun semua tergantung Sanglah,” paparnya.

Salah seorang pasien juga minta dipindah ke RS Labfalet, Malang, karena keluarganya ada di kota tersebut. “Kami akan berupaya memindahkannya dengan biaya ditanggung JRKB, karena telah memperoleh sumbangan dana dari beberapa dermawan,” tuturnya.

Tentang bantuan Mensos senilai Rp 1 milyar, Gentry berjanji akan menanyakan kepada pihak rumah sakit bagaimana pengalokasiannya. “Sumbangan itu dari pemerintah, karena itu kami para relawan yang berjumlah 160 orang, 119 diantaranya mahasiswa Unud akan melakukan pengawasan,” ucapnya.

Tawaran Australia

Pemerintah Australia hari Rabu menawarkan hadiah hingga dua juta dolar Australia atau 1,1 juta dolar AS) untuk menangkap para pelaku yang bertanggungjawab atas pembunuhan puluhan warga negara itu dalam pemboman di Bali.

Jaksa Agung Daryl Williams mengatakan, hadiah tersebut dirancang untuk mendorong orang tampil ke depan dengan informasi yang membawa pada keberhasilan penuntutan mereka yang bertanggungjawab atas serangan itu.

William menyebutkan penyelidikan pemerintah sekarang ini dipusatkan pada pengidentifikasian para korban serta pengumpulan dan penyusunan cepat informasi langsung dari tempat kejadian kejahatan dan dari para saksi. Ia menyatakan, rincian mengenai hadiah itu akan dibicarakan dengan pemerintah Indonesia.

Sedikitnya 30 warga Australia telah dipastikan tewas dalam ledakan akhir pekan itu dan 140 hilang, dengan jumlah korban tewas diperkirakan akan meningkat secara signifikan.(Ant/Afp/nik)

sumber: KOMPAS.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *