TempoInteraktif

Jum’at, 18 Oktober 2002 | 15:25 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah, Denpasar, Bali, menolak bantuan obat dan tenaga dokter dari masyarakat Internasional Red Cross, Singapura. Pasalnya, persediaan obat saat ini sudah mencukupi. Oleh karena itu delapan dokter relawan dan 95 boks obat-obatan yang sudah dikirimkan, sampai saat ini masih tertahan di Bandar Udara Ngurah Rai.

Menurut keterangan pimpinan Jaringan Relawan Kemanusiaan Bali (JKRB), sampai saat ini kebutuhan obat-obatan memang sudah mencukupi. Namun dia menyayangkan penolakan yang dilakukan terhadap bantuan yang telah datang di Bali.

”Mestinya bisa dibagikan ke enam rumah sakit lain atau pihak yang membutuhkan, ”katanya.

Delapan dokter di bawah pimpinan dokter Michael dari Singapura tersebut, sampai saat ini juga belum mengetahui apakah tenaga mereka akan digunakan.

Pihak Rumah Sakit Sanglah saat ini telah menempelkan pengumuman di beberapa lokasi bahwa obat-obatan yang ada telah mencukupi. Salah satu pengumuman juga ditempel di media center Hotel Hard Rock Kuta. (Tomi Aryanto-Tempo News Room)

sumber berita: www.tempointeraktif.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *