Nusa Dua, Kompas – Ketua Delegasi Indonesia pada Konferensi PBB tentang Perubahan Iklim di Nusa Dua, 3-14 Desember, yang juga mantan Menteri Negara Kependudukan dan Lingkungan Hidup, Emil Salim tersinggung dan sempat menyatakan tidak akan menjelaskan apa pun di depan forum CSF (Civil Society Forum), di atas panggung Kampung Bali CSF, Nusa Dua, Jumat (7/12).

Ketersinggungan itu dipicu ulah pemuda dari beberapa lembaga swadaya masyarakat yang tertampung pada CSF berkali- kali meneriaki Emil Salim dengan kata “komprador” (antek negara asing) ketika didaulat untuk memberikan penjelasan singkat di atas panggung tersebut. “Kalau sudah dianggap komprador, ya, sudah, saya tidak akan berbicara apa pun lagi,” tegas Emil Salim.

Ia pun segera meninggalkan panggung dan menggunakan kendaraan menuju kawasan konferensi di Hotel Westin. Sementara itu, pintu masuk menuju ke lokasi panggung ditutup dan dibarikade oleh 30-an polisi.

Sebelumnya, belasan pemuda yang badannya dilukis dan membentuk tulisan Climate Justice serta membawa foto-foto, di antaranya kerusakan hutan dan sungai, berniat beraksi di kawasan Hotel Westin, lokasi konferensi. Namun, aksi itu dihadang polisi.

Koordinator Program Kampung Bali CSF Gentry Amalo mengatakan, dia juga tidak tahu soal agenda aksi sejumlah pemuda tersebut. “Ini benar-benar di luar jadwal dan memang mereka tidak berizin. Kami juga menyayangkan sikap mereka terhadap Pak Emil Salim,” ujarnya.

Secara terpisah, Wakil Komandan Paspampres Brigjen (Mar) M Alfian Baharudin menegaskan, Konferensi PBB tentang Perubahan Iklim di Nusa Dua harus berlangsung aman. Untuk itu, perintah tembak di tempat akan dilakukan terhadap pengacau keamanan yang nekat menerobos hingga ke ring I. (AYS/ANS)

http://www.indopolitik.com/berita/2007/12/08/perubahan-iklim-emil-salim-merasa-tersinggung.php

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *