Politisi vs KPK

oleh Gentry Amalo
Badan Kehormatan (BK) DPR-RI, Senin (14/4) tengah menginventarisir nama-nama anggota DPR terkait kasus gratifikasi pengalihan status hutan lindung di Pulau Bintan.

Menurut Wakil Ketua BK DPR Gayus Lumbun, pihaknya belum berencana memanggil anggota DPR ini karena BK sendiri belum mengadakan rapat internal.

Hingga sepekan terakhir, BK belum memeriksa satupun anggota Dewan, termasuk anggota Fraksi Partai Persatuan Pembangunan Al Amin Nur Nasution, tersangka kasus gratifikasi yang dilakukan Sekretaris Daerah Bintan, Azirwan. Kendati belum memeriksa para anggota dewan yang diduga terlibat namun BK telah mengumpulkan data dan informasi termasuk data dan informasi milik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Kelambanan kerja-kerja BK ini diakui Gayus Lumbun karena mengikuti aturan yang berlaku di masa reses. Menurutnya rapat internal BK baru dapat dilakukan setelah keluar ijin pimpinan DPR.

Gayus juga berharap agar para anggota BK DPR yang berjumlah 13 orang dapat hadir dalam rapat internal BK ini, agar segera menuntaskan kasus yang telah mencoreng institusi DPR ini. Selain Al Amin Nur Nasution terdapat sembilan nama anggota Komisi IV DPR yang diduga terlibat kasus suap ini.

Jawaban Gayus Lumbun yang juga politisi Fraksi PDI-Perjuangan ini menunjukan sikap dan watak asli pejabat ataupun wakil rakyat Indonesia saat ini. Disatu pihak mereka, cepat sekali bersikap reaksioner saat ada sesuatu yang menyinggung pencitraan negatif atas diri atau kelompoknya. Sementara disisi lain para pejabat publik ini sangat lamban bekerja dan bertindak.

Kelambanan ini disinyalir sebagai upaya “menghambat” kerja-kerja investigasi, dengan melakukan berbagai macam kompromi politik, terutama untuk “menjaga” citra positif atas diri dan kelompoknya.

Politisi di DPR ataupun pejabat pemerintah seperti Gayus Lumbun ini tidak sedikit. Demi nama baik dan kehormatan anggota dewan yang “terhormat”, Gayus bereaksi dengan mengecam kelompok musik SLANK, usai menyanyikan lagu “Gosip Jalanan” di halaman kantor KPK pekan lalu.

Bahkan dalam kecamannya itu, Gayus sempat berujar disalahsatu stasiun televisi swasta nasional dengan meminta SLANK untuk lebih mengurusi para seniman dan artis yang terlibat kasus NARKOBA, daripada mengurusi pekerjaan para politisi di Senayan.

Namun sehari setelah Gayus mengecam SLANK, KPK kemudian menangkap anggota Komisi IV Al Amin Nur Nasution di salahsatu kamar Hotel Ritz Carlton. Al Amin ditangkap beserta Sekda Bintan Azirwan dan seorang perempuan muda pada pukul dua pagi.

Menyimak berita di beberapa media cetak dan elektronik nasional ini, teringat akan pepatah nenek moyang kita yang mengatakan “Kuman di seberang lautan nampak, tetapi gajah di pelupuk mata tidak nampak.” Ternyata para politisi kita sudah lupa dengan pepatah itu. Gayus Lumbun “sibuk” menjaga citra kehormatan DPR-RI, dengan mengecam para musisi muda kritis seperti SLANK. Tetapi lupa melihat bahwa nyanyian “Gosip Jalanan” ciptaan SLANK yang dinyanyikan di halaman depan Kantor KPK siang itu sebagai “isyarat” dan pertanda bahwa KPK akan menangkap salah seorang anggota dewan yang “terhormat” karena terlibat kasus suap. Rupanya politisi kita termasuk Gayus Lumbun sudah TIDAK PEKA lagi akan isyarat-isyarat dan tanda-tanda jaman.

Kini setelah sepekan, salah satu anggota dewan yang “terhormat” ditangkap, bisakah Gayus Lumbun dan kawan-kawannya membuktikan bahwa mereka, para anggota dewan yang “terhormat” bukan “mafia” pembuat undang-undang dan peraturan yang ujung-ujungnya DUIT??? Ya… kita lihat saja nanti…!!!

Tentu saja berbagai kompromi politik akan terjadi saat membersihkan coreng di wajah DPR-RI dan partai-partai saat ini. Jadi ada baiknya jika pada PEMILU 2009, rakyat Indonesia tidak memilih politisi atau calon pemimpin yang reaksioner dan asyik membangun citra, demi kepentingan diri dan kelompoknya.

Sudah saatnya rakyat memilih kaum muda yang sadar akan bahaya korupsi dan berwatak anti-korupsi, yakni Kaum Muda yang progresif-revolusioner. Kaum Muda yang berjiwa Nasionalis luas.
Hidup Rakyat!!!
Hidup Kaum Muda Anti-Korupsi!!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *