Minggu, 17 Agustus 2008 17:19

Kapanlagi.com – Untuk pertama kalinya enam penyandang cacat memperingati HUT Kemerdekaan RI dengan cara mengibarkan bendera merah putih di perairan bawah laut kawasan Pantai Sanur, Bali, Minggu.

Keenam penyandang cacat dari sejumlah daerah di Bali itu melakukan aksinya dengan terlebih dahulu menyelam sedalam sekitar lima meter dari permukaan laut.

Layaknya pasukan pengibar bendera, dalam satu komando keenam penyandang cacat itu membentangkan bendera, memberi hormat dan menyanyikan lagi Indonesia raya, walau hanya dilakukan di dalam hati.

Aksi tersebut sekaligus untuk membuktikan bahwa kecacatan fisik bukanlah halangan untuk berkarya, seperti mengisi HUT ke-63 Kemerdekaan RI.

“Saya senang sekali bisa merayakan kemerdekaan seperti ini. Saya yakin dimana ada kekurangan, Tuhan telah memberikan kelebihan,” kata Aris, salah seorang penyandang cacat polio dari Yayasan Senang Hati, Tampak Siring, Kabupaten Gianyar.

Dia berharap pengalaman yang tidak mungkin dilupakan itu akan menambah semangat dalam perjuangan hidup menyongsong masa depan yang lebih baik.

“Arus di perairan sini terasa kuat sekali. Kondisi angin dan ombaknya juga berbeda dengan perairan tempat kami berlatih mengibarkan bendera,” kata Aris.

Keenam penyandang cacat itu berlatih selama satu-setengah bulan di kolam renang daerah Ubud, Kabupaten Gianyar. Mereka baru mengenal menyelam di laut Sabtu (16/8) atau sehari sebelum beraksi.

Namun dalam aksinya, mereka tetap didampingi 24 penyelam profesional yang tergabung dalam Kelompok Jurnalis Laut, `Ena` dive, yang didukung Gabungan Pengusaha Wisata Bahari (Gahawisri) Bali.

Kelompok Jurnalis Laut selama 17 tahun rutin mengadakan upacara pengibaran bendera di bawah laut.

“Untuk tahun ini kami ingin sesuatu yang berbeda. Berenang di laut ternyata juga bentuk terapi bagi saudara kita yang terkena polio sejak kecil,” kata koordinator acara, Gentry Amalo.

Momen ini diharapkan juga dapat meningkatkan kemajuan pariwisata bahari di Bali, baik dari sisi pengelolaan maupun kunjungan wisatawan.

Menurut Gentry, selama ini pariwisata bahari di Bali masih belum berkembang dibanding wisata budaya yang telah mampu menarik perhatian wisatawan dari berbagai negara. (*/erl)

sumber: Kapanlagi.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *