pram-10002edited-che22
Mengenang Pramoedya Ananta Toer

Oleh: Gentry Amalo

Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa pahlawannya, dan salah satu pahlawan itu adalah  penulis Pramoedya Ananta Toer.

Sebagai penulis Pram juga ikut angkat senjata terlibat dalam revolusi fisik 1945, sempat ditangkap NICA dan masuk dalam penjara NICA.

Di jaman Orde Lama, Pram juga pernah ditangkap dan dipenjara karena tulisannya yang berjudul “Hoakiau..”

Di awal Orde Baru berkuasa, Pram juga ikut dibuang ke Pulau Buru dan hidup sebagai tahanan politik karena keterlibatannya sebagai petinggi LEKRA, sebuah organisasi seni budaya yang berpikiran kiri dan benar-benar progresif revolusioner.

Sebagai pejuang, Pram seorang yang tahan banting karena Pram tetap berjuang lewat goresan pena dan buah karya jemarinya yang semakin rapuh ini membuat dunia internasional bergetar.

Hampir semua karya Pram yang terselamatkan dari tangan kebengisan militer Orde Baru telah diterjemahkan ke dalam empat puluh dua bahasa dunia, dan hingga hari ini tidak ada anak bangsa yang bisa mencapai prestasi seperti yang terjadi pada Pram.

Selama hidupnya, Pram hanya menulis dan mengumpulkan catatan sejarah yang terlupakan atau sengaja untuk dilupakan oleh elit bangsa. Setiap hari Pram hanya mencatat dan mencatat. Ini dilakukannya untuk membangun kesadaran anak muda, karena hanya anak mudalah yang meneruskan dan melanjutkan kehidupan bangsa ini.

Kendati hanya lulusan Sekolah Dasar, tetapi ide-ide dan karya-karya Pram melampaui semua karya akademis para profesor di bidang Sastra, Antropologi, Sejarah, Budaya, Filsafat, bahkan Politik.

Sebagai manusia Pram melakukan itu agar generasi berikutnya paham dan mengerti sejarah Republik Indonesia ini. Agar generasi berikutnya juga sadar bahwa kemandirian sdan kedaulatan sebuah bangsa itu perlu, karena untuk itulah Pram dan generasinya berjuang angkat senjata untuk sebuah kalimat: “Kemerdekaan Tanpa Penindasan, Kemerdekaan tanpa Penyiksaan” !!!

Selamat jalan Pram, selamat jalan Guru.. kami tidak akan melupakan engkau, karena engkaulah guru bangsa sejati itu, engkaulah Semar itu..

Salam Berjuang,..!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *