matari1Wah ternyata seru juga,.. hari ini hari ke lima kami berada di Albuquerque. Sekarang waktu sudah menunjukan pukul 07.03 WAQ, dan suhu berada pada angka -1 derajat Celcius.

Malam tadi acara konferensi reformasi regulasi NAPZA alias International Drug Policy Reform Conference sudah berakhir dan ditutup dengan pemutaran film.

Diluar sana pagi tadi hujan dan semua tempat basah. Entah kapan hujan datang dan kemudian pergi, yang jelas, saat saya terbangun udara dalam kamar begitu dingin.

Hmm.. sekarang jingga sinar matari masuk menembus kaca kamar hotel tempat saya menginap, dan ada hangat yang terasa. Hari ini adalah matari pertama pagi yang saya lihat muncul dengan sempurna, dan saya jadi rindu pada tanah air.

Hari ini saya menunggu kepastian dari Christ, untuk bisa terbang ke Miami, kota yang sejak kelas 1 SMA dulu saya dengar, saat Jeffrey (kakak pertama saya) pertama kali menginjakan kakinya ke kota itu kira-kira 18 tahun lalu,..

Sembari menunggu kepastian, saya dan Yvonne sengaja extend beberapa hari agar bisa menikmati Oldtown of Albuqeurque dan perkampungan Indian Navajo.

matari2Ahhggrrrh.. baru lima menit dipuji karena kehadirannya, eh matari sekarang dengan cepat menghilang dibalik awan, alamat udara akan kembali dingin dan sudah pasti dingin udara akan membali menyerang.

Memang lebih enak tinggal di tanah air, bisa menikmati Matahari sepanjang waktu dan hujan sesuka yang kita mau, karena tanah air kita hanya punya dua musim cuaca, musim panas dan musim penghujan… Eeiiiitss tapi itu hanya terjadi 15 tahun lalu.. sebelum ada climate change alias perubahan iklim.

Itu bisa terjadi sebelum ada undang-undang Otonomi Daerah, pohon dan hutan ditebangi untuk keperluan industri pulp dan kelapa sawit yang begitu bodoh, karena hanya demi keuntungan ekonomi sesaat dan keuntungan para taipan pengusaha.

Tidak sedikit diantara para pengusaha itu adalah anggota DPR, DPRD dan para pejabat eksekutif, baik itu Bupati, Walikota, Gubernur, Menteri dan bahkan Presiden sekalipun. Karena mereka lah hutan kita rusak dan tentu saja udara semakin bertambah panas.

Auw auw auw.. koq jadi ngelantur ke politik sih.. menyebalkan.. aarghhh, lupakan politik sapi perah dan kambing guling, kita kembali ke rencana hari ini,.. berlibur menikmati oldtown of Albuquerque, perkampungan Indian Navajo… hehehe.. plus kebaktian di gereja setempat, karena ini masih hari Minggu :)

One thought on “Ahaaa.. Abis Hujan Terbitlah Matahari..”
  1. kayaknya disana suasananya sendu terus ya omm…..
    ga pernah terik…

    jangan2 banyak yang kekurangan vitamin D..
    **loh?**

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *