Para Facebooker Dukung Penyelesaian Pencemaran Laut Timor

logo kapanlagiMinggu, 31 Januari 2010 16:35

Kapanlagi.com – Sekitar 5.000 facebooker yang terdiri dari berbagai elemen masyarakat di dalam dan luar negeri mendukung perjuangan Yayasan Peduli Timor Barat (YPTB) menuntut penyelesaian pencemaran Laut Timor akibat meledaknya sumur Montara pada 21 Agustus 2009.

Kreator gerakan facebooker Gentry Amalo di Kupang, Sabtu, mengatakan, ia melancarkan gagasan perjuangan penyelesaian pencemaran minyak mentah (crude oil) di Laut Timor lewat facebook tersebut, karena pemerintah Indonesia dinilai tidak berbuat apa-apa dalam menyikapi persoalan tersebut.

“Ketika masalah ini saya lemparkan melalui facebook, sudah hampir 5.000 facebooker mendukung gerakan tersebut, dan meminta pemerintah Australia dan operator ladang minyak Montara untuk segera memberi kompensasi (ganti rugi) kepada para nelayan dan petani rumput laut di Timor barat bagian NTT dan pulau-pulau sekitarnya yang terkena dampak dari pencemaran itu,” ujarnya.

Ketua YPTB yang juga pemerhati masalah Laut Timor Ferdi Tanoni mengatakan, gerakan mendukung perjuangan penyelesaian pencemaran minyak di Laut Timor itu tidak hanya datang dari facebooker Indonesia yang diprakarsai Gentry Amalo, tetapi juga lewat Twitters yang diprakarsai Senator Rachel Siewert dari Australia dengan judul “Komisi Penyelidikan Pencemaran Laut Timor Harus Pula Menyelidiki Perairan Indonesia”.

“Bentuk dukungan ini sangat luar biasa, karena datang juga dari Australia sendiri yang memandang masalah pencemaran tersebut sebagai salah satu bentuk pencemaran lingkungan yang bersifat universal yang harus mendapat perhatian seluruh dunia,” kata Tanoni yang juga penulis buku “Skandal Laut Timor, Sebuah Barter Politik Ekonomi Canberra-Jakarta” itu.

Dalam pengamatannya, ujar mantan Agen Imigrasi Kedutaan Besar Australia itu, hampir semua facebooker mengecam lambannya pemerintah Indonesia dalam mengatasi masalah tersebut, dan terkesan masa bodoh dengan pencemaran minyak yang terjadi di Laut Timor.

Para facebooker di Indonesia juga mengecam pemerintah Federal Australia yang terkesan sengaja mengabaikan persoalan pencemaran minyak di Laut Timor dan menuntut pemerintahan negara itu harus bertanggungjawab.

Menurut Tanoni, Jakarta dan Canberra sudah harus sadar bahwa dunia sekarang ini serba tembus pandang sehingga tidak bisa ditutup-tutupi lagi masalah yang terjadi di Laut Timor saat ini.

“Pesan dari para facebooker ini sebagai peringatan kepada penguasa bahwa bila ada hal-hal yang dirasakan masyarakat tentang adanya ketiadakadilan dan atau tindakan diskriminatif terhadap seseorang atau sekelompok masyarakat di dunia ini pasti akan disuarakan dengan berbagai cara sebagai bentuk penyaluran aspirasi yang positif,” katanya.

Sampai sejauh ini, tambahnya, Jakarta dan Canberra seolah masih saja terus menutupi bencana meledaknya sumur minyak di ladang gas dan minyak Montara yang memuntahkan minyak mentah ke dalam Laut Timor sekitar 500.000 liter setiap hari selama sekitar 80 hari saat ini.

Tanoni mengatakan, pemerintahan kedua negara harus sesegera mungkin melakukan penelitian secara intensif terhadap kerugian ekonomis dan ekologis yang ditimbulkan dengan memberikan kompensasi penuh kepada masyarakat dan melakukan pembersihan Laut Timor seperti sediakala. (ant/bun)

http://www.kapanlagi.com/h/para-facebooker-dukung-penyelesaian-pencemaran-laut-timor.html

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *