Komentar Roy Suryo Soal Penyiksaan Warga Tingginambut Patut Diragukan!

Korban Penyiksaan oknum TNI

Sebelumnya saya minta maaf jika kawan-kawan yang membaca tulisan ini menjadi tidak enak hati karena isi tulisan yang mengandung kemarahan ini.

Jujur saja, tulisan ini saya buat untuk menanggapi pernyataan Roy Suryo yang dengan “pengetahuan” telematika-nya itu lantas mendisreditkan dan menghakimi rakyat yang telah menjadi korban kekerasan aparat TNI di Papua.

Seperti yang diberitakan AntaraNews, Rabu (20/10) Roy Suryo yang juga merupakan anggota Komisi I DPR RI ini menyampaikan keraguannya atas video kekerasan yang diduga dilakukan oleh anggota TNI-AD atas beberapa warga yang menurut Asian Human Rights Commition (AHRC) terjadi di Tingginambut, Puncak Jaya.

“Setelah saya perhatikan dan saya unggah terdapat banyak hal yang meragukan dari video yang sempat beredar di Youtube,” kata Roy Suryo.

Menurut Roy Suryo, sejumlah hal yang meragukan dari tindak kekerasan yang diduga dilakukan anggota TNI itu antara lain dialog yang dilakukan sangat tidak sesuai.

Selain itu juga tanda kepangkatan yang letaknya tidak sesuai dengan yang seharusnya.

“Memang yang melakukan tindak kekerasan menggunakan baju loreng seperti halnya anggota TNI. Tapi dari hasil analisis saya, banyak hal yang sangat meragukan sehingga kebenarannya patut dipertanyakan,” katanya.

Analisis tersebut, katanya, telah dilakukan dengan cara-cara yang ilmiah sehingga dapat disimpulkan bahwa kebenaran adanya kekerasan yang dilakukan prajurit TNI melalui Youtube tersebut sangat meragukan.

Propaganda Murahan Roy Suryo
Menurut saya, apa yang disebut Roy Suryo sebagai hal yang meragukan ini sungguh keterlaluan.

Karena Roy tidak menjelaskan secara teknis “cara ilmiah” seperti apa yang dilakukannya sehingga dia mengambil kesimpulan bahwa video dengan durasi 4 menit 47 detik tersebut meragukan.

Keraguan yang disampaikan Roy Suryo ini tidak lebih dari propaganda murahan yang sangat terburu-buru dan asal bunyi bagi kepentingan dirinya sendiri..!!!

Saya katakan asal bunyi, karena terkait pernyataannya soal tanda pangkat TNI yang tidak sesuai dengan yang seharusnya.

Roy menganggap tanda pangkat salah seorang pelaku tindak kekerasan tersebut tidak sesuai dengan ketentuan.

Pertanyaannya adalah “ketentuan” seperti apa yang Roy Suryo maksud?,  Karena saya justru melihat tidak ada yang salah dengan tanda pangkat tersebut, bahkan kendati dibuat dengan menggunakan kamera video telepon genggam dengan resolusi terbatas ini, tanda pangkat tersebut dapat terbaca atau terlihat sangat jelas.

Saya bisa membaca tanda pangkat itu dan salah satu oknum anggota TNI tersebut berpangkat prajurit kepala (Praka) sementara yang satu lagi berpangkat sersan dua (Serda).

Selain tanda pangkat yang terlihat dengan jelas, ada atribut lainnya yang merupakan standar satuan khusus di TNI, yakni helm kevlar, rompi anti peluru dan senapan serbu (assault rifle) otomatis SS1 V1 buatan Pindad. Dalam TNI hanya satuan-satuan khusus saja yang menggunakan perlengkapan standar seperti itu.

TNI Masih Selidiki Video Kekerasan Tingginambut.
Tanpa bermaksud membesar-besarkan persoalan, tetapi saya melihat bahwa kesimpulan analisis Roy Suryo ini sangat dangkal dan tidak berdasar. Hal ini bagi saya justru sangat tidak menentramkan hati dan mendinginkan kepala.

Saya melihat pernyataan Roy Suryo tersebut cenderung memprovokasi kemarahan korban, keluarga korban, bahkan lebih dari itu cenderung memprovokasi masyarakat adat Papua!!

Para korban kekerasan tersebut adalah warga adat Papua, dan beberapa orang berseragam loreng tentara itu menedang kepala, serta memaksa melepas kalung salah seorang warga. Dalam dunia antropologi yang saya ketahui, kalung adalah salah satu identitas jabatan atau posisi seseorang dalam adat warga Papua.

Hal yang menarik dalam kasus ini justru berada pada petinggi TNI di Jakarta. Pihak Mabes TNI sendiri tidak terburu-buru menyimpulkan sesuatu seperti yang dilakukan Roy Suryo dalam mengambil kesimpulan atas video tersebut.

Selasa (19/10) kemarin, dalam keterangan persnya di Jakarta, Juru Bicara TNI, Mayor Jenderal TNI Aslizar Tandjung mengatakan bahwa Markas Besar TNI tengah menyelidiki aksi kekerasan oleh oknum TNI terhadap warga yang disangka sebagai anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM).

Menurut Aslizar Tandjung, penyelidikan meliputi tempat kejadian serta keaslian video tersebut, dan hal ini dilakukan agar tidak menimbulkan keresahan di masyarakat luas. Jika terbukti terjadi pelanggaran tersebut maka oknum anggota TNI tersebut akan mendapat tindakan tegas sesuai hukum yang berlaku.(G)

3 Comments

  1. roy suryo itu hanya bisa analisa vidoe/gambar mesum.hal ini banyak dilakukan anak tk

  2. Author

    Mari tetap bersemangat dan terus berjuang bagi rakyat tertindas di Papua dan seluruh pelosok Nusantara tercinta ini 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *