Korban Penyiksaan oknum TNI

Video penganiayaan beberapa warga Tingginambut, Puncak Jaya, Provinsi Papua bukanlah hasil rekayasa. Hasil analisa Komisi Nasional Hak Azasi Manusia (Komnas HAM) menyimpulkan bahwa video tindak kekerasan yang dilakukan oleh oknum prajurit TNI AD tersebut benar-benar terjadi.

Dalam jumpa pers yang digelar Rabu (20/10), Komnas HAM, melalui Stanley Adi menjelaskan bahwa pihaknya telah menerima dan melihat video asli yang berdurasi sepuluh menit dari perwakilan Komnas HAM di Papua.

Seperti yang diberitakan Metronews.com, dalam video berdurasi sepuluh menit tersebut, terlihat sosok warga Tingginambut yang diduga sebagai Pendeta Kindeman Gire, yang ditelanjangi dan diikat kaki serta tangannya. Kepada korban, pelaku yang diduga sebagai oknum TNI AD menanyakan keberadaan aktifis Organisasi Papua Merdeka (OPM) Goliath Tabuni serta tempat persembunyian senjata.

Tiga dari empat foto ini diduga sebagai Pendeta Kindeman Gire

Selama proses interograsi tersebut Pendeta Kindeman Gire mengalami berbagai penyiksaan dan terlihat dengan jelas bagaimana salah seorang pelaku menyundutkan api (maaf) pada kemaluan korban.

“Saya mendapatkan salinan rekaman tersebut. Kami mendengar nama Goliath Tabuni (aktivis Organisasi Papua Merdeka) disebut-sebut,” tutur komisioner yang bernama lengkap Yoseph Adi Prasetyo ini.

Stanley memperkirakan video tersebut diambil pada 12 April 2010. Meskipun mengakui validitas video itu harus dibuktikan lebih lanjut, Stanley merasa cukup ahli untuk mengatakan keabsahan video itu. Hal ini mengingat latar belakang pendidikannya.

Stanley juga menerima laporan yang menyebutkan bahwa potongan bagian kepala Pendeta Kindeman Gire, ditemukan mengambang di sungai setempat beberapa hari setelah penyiksaan.

Komnas HAM menalar bentuk-bentuk pelanggaran HAM berat yang dilakukan militer Indonesia di Timor Leste dan Aceh beberapa waktu silam kembali terjadi. Terutama kepada penduduk desa yang dituding menjadi kelompok bersenjata.

Data yang disusun perwakilan Komnas HAM di Papua menyebut penyiksaan, extrajudicial killing (pembunuhan di luar pengadilan), penangkapan sewenang-wenang, pengusiran warga secara paksa.

Sementara, Mabes TNI telah memerintahkan dilakukannya investigasi internal terkait video kekerasan tersebut. (G)

One thought on “Komnas HAM: Salah Satu Korban Kekerasan TNI di Tingginambut Adalah Pendeta Kindeman Gire”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *