Oknum TNI Pelaku Penyiksaan

Kasus tindak kekerasan terhadap beberapa warga Tingginambut, Puncak Jaya, Papua, akhirnya menemukan titik terang.

Menkopolhukam, Marsekal TNI (Purn) Djoko Suyanto Jumat (22/10) menyatakan bahwa pelaku penganiayaan warga sipil tak bersenjata itu adalah benar-benar anggota TNI.

Seperti yang diberitakan Liputan6.com, menyikapi aksi tindak kekerasan tersebut, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menggelar rapat intern bersama para menteri pada Jumat (22/10).

Rapat internal ini membahas aksi kekerasan anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) kepada warga Tingginambut yang diduga mengetahui keberadaan anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) di situs Youtube.

Hadir dalam rapat tersebut Menko Kesra Agung Laksono, Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Menko Polhukam Djoko Santoso, Menlu Marty Natalegawa, Kapolri Jenderal (Pol)B Bambang Hendarso Danuri, Calon Kapolri Komjen (Pol) Timur Pradopo dan Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono.

Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Djoko Suyanto memastikan bahwa pelaku tindak kekerasan tersebut memang anggota TNI. Namun pelaku, waktu, dan tempatnya, masih dalam penyelidikan pihak internal TNI.

Sebelumnya Komnas HAM melalui Yoseph Adi Prasetyo menyatakan bahwa peristiwa memilukan tersebut terjadi pada 12 April 2010, dan salah satu korban yang ada dalam video tersebut adalah pendeta di wilayah setempat.

“Korban penyiksaan dan kekerasan itu diduga bernama Kindeman Gire, pendeta sebuah gereja di Desa Hurage,” kata Wakil Ketua I Komnas Yoseph Adi Prasetyo kepada TempoInternaktif.

Dalam sebuah jumpa pers di Jakarta, Kamis (20/10), Komnas HAM menyimpulkan keabsahan video penganiayaan warga Papua yang pelakunya diduga anggota TNI.

Pada video berdurasi sepuluh menit yang diterima Komnas HAM ini, terlihat sosok yang diduga Pendeta Kindeman Gire ditelanjangi dan diikat kaki tangannya oleh para pelaku.

Pelaku yang diduga oknum TNI menanyai keberadaan aktivis OPM Goliath Tabuni dan persembunyian senjata. Korban pun mengalami sundutan kayu panas di bagian kemaluannya.

Seperti yang diberitakan Metronews.com, Stanley mengklaim laporan yang ia terima menyebutkan bahwa bagian kepala Pendeta Kindeman Gire ditemukan mengambang di sungai setempat beberapa hari setelah penyiksaan.

Peristiwa memilukan sekaligus memalukan ini berawal dari video yang berjudul Indonesia Military Ill thread and Torture indigenous Papuans beredar di situs Youtube pada Minggu (17/10).

Tayangan tersebut menampilkan kekerasan dan penyiksaan yang diduga dilakukan aparat TNI di Papua. Setelah tayang selama 22 jam, akhirnya video tersebut dihapus.(G)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *