Merapi, Mbah Marijan dan Angka 13 (1)

Letusan Gunung Merapi

Menjelang petang, saya dan Yvonne tiba kembali di kantor Performa. Usai memarkir motor, saya pun melepas helm sambil menyapa Uchiek, Eeng dan Ronald yang sedang membaca berita perkembangan terbaru dari gempa dan  tsunami di Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat serta meletusnya Gunung Merapi di Jogjakarta dan Jawa Tengah.

Eeng kemudian pulang karena jam kantor sudah habis, Yvonne, Uchiek dan Ronald pun langsung terlibat dalam percakapan tentang letusan Gunung Merapi yang baru saja terjadi. Sementara, saya langsung membuka kunci ruang kerja Yvonne dan langsung menuju meja tempat dimana laptop saya berada.

Saya pun langsung membuka situs berita Kompas.com dan Detik.com, dua situs berita yang merupakan bacaan wajib saya setiap hari saat komputer mulai tersambungkan dengan internet.

Dari kedua situs ini saya mulai membaca beberapa berita terbaru tentang letusan Gunung Merapi yang baru saja terjadi.

Ada hal yang menarik saat saya membuka Detik.com sore tadi, yakni berita yang berjudul “Merapi Muntahkan ‘Wedhus Gembel’ 2 Kali” yang dilaporkan oleh Indra Subagja dan pada pukul 17.49 Wib.

Selasa, 26/10/2010 17:49 WIB
Merapi Muntahkan ‘Wedhus Gembel’ 2 Kali
Indra Subagja – detikNews

Jakarta – Erupsi terjadi di Gunung Merapi. Dua kali gunung berapi memuntahkan awan panas atau wedhus gembel.  Hingga sekarang muntahan awan panas masih terus terjadi.

“Ada indikasi awan panas, terjadi dua kali pukul 17.02 WIB dan 17.23 WIB,” kata Kepala Vulkanologi Surono, saat dihubungi detikcom, Selasa (26/10/2010).

Surono menjelaskan, dia sudah mengontak seluruh bupati yang wilayahnya ada di sekitar lokasi Gunung Merapi agar berhati-hati.

“Sampai sekarang masih terjadi. Kita tidak tahu bergerak ke mana awan panasnya,” tambahnya.

Suasana di lokasi gelap gulita. Surono hanya bisa melihat dari stasiun pemantauan. “Ini erupsi, keluar material dari dalam gunung,” tutupnya.

Sementara itu Staf Khusus Presiden Bidang Bencana Andi Arief pun sudah mengetahui dan mendapat laporan peristiwa ini. Andi sudah melaporkannya ke SBY.

http://www.detiknews.com/read/2010/10/26/174921/1475723/10/merapi-muntahkan-wedhus-gembel-2-kali


Di alenia kedua berita ini ada hal yang menarik perhatian saya, yakni soal waktu letusan.

“Ada indikasi awan panas, terjadi dua kali pukul 17.02 WIB dan 17.23 WIB,” kata Kepala Vulkanologi Surono, saat dihubungi detikcom, Selasa (26/10/2010).”

Entah kenapa mata saya tertarik pada waktu letusan kedua yang meluncurkan awan panas alias wedhus gembel. Entah kenapa secara otomatis mata saya seolah dipaksa untuk memperhatikan itu dengan serius dan seperti “diperintah” saya pun menghitung jumlah dari pukul. 17.23 WIB itu, yakni 1 + 7 + 2 + 3 = 13.

Tanpa bermaksud klenik, saya masih saja penasaran dengan angka 13 hasil penjumlahan itu, sementara di ruang tamu, suara percakapan antara Yvonne, Uchiek dan Ronal semakin seru terdengar dan mereka sedang membicarakan Mbah Maridjan, abdi dalem Keraton Jogjakarta yang juga juru kunci Gunung Merapi.

Tiba-tiba perasaan saya tidak enak dan sama sekali tidak enak, perasaan saya mengatakan bahwa sesuatu akan terjadi pada juru kunci Gunung Merapi yang rendah hati itu. Tapi apa itu, saya pun belum tahu. Mari kita serahkan pada yang kuasa atas kehidupan dan alam raya ini.(G)

1 Comment

  1. Hey very nice blog!! Man .. Beautiful .. Amazing .. I will bookmark your blog and take the feeds
    also…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *