Gayus H. Tambunan, KOMPAS.com

Gayus Halomoan Tambunan, terdakwa kasus mafia pajak dan pencucian uang lagi-lagi bikin ulah yang lagi-lagi menyeret POLRI.

Bagaimana tidak menyeret polisi, KOMPAS.com hari ini menurunkan berita tentang keberadaan mafia pajak kelas kakap itu sedang asyik berlibur ke Bali, padahal seharusnya Ia berada di dalam Rumah Tahanan Markas Komando Brimob Kelapa II Depok.

Keberadaan Gayus tercium ketika salah seorang penyobek tiket masuk berbicara kepada wartawan tentang rasa penasarannya atas keberadaan seseorang yang menggunakan jaket hitam dan berkacamata, yang menurutnya sangat mirip Gayus Halomoan Tambunan.

Setelah Gayus masuk lapangan indoor melalui Gate 1 di Hotel Westin Nusa Dua, Bali, petugas penyobek tiket ini pun langsung menyebarkan informasi mengenai keberadaan orang mirip Gayus kepada para wartawan.

Wartawan yang berada di lokasi pun ikut penasaran dan berusaha mencari orang yang mirip Gayus tersebut. Namun, ternyata tidak mudah mendapatkannya.

Pewarta Foto KOMPAS, Agus Susanto pun harus berpindah tempat hingga tiga kali sebelum akhirnya berhasil menemukan orang yang diduga mirip dengan Gayus Tambunan tersebut.

Menurut Agus Susanto, sebentar-sebentar orang yang diduga mirip Gayus ini membetulkan rambutnya serta menutup mulut dan hidungnya.

Mungkin Gayus mengganti model rambutnya dengan menggunakan rambut palsu alias wig agar tidak dikenali orang lain. Namun taktik dan strategi Gayus kali ini salah dan justru menjadi perhatian orang.

Awalnya Agus Susanto belum yakin jika orang tersebut adalah Gayus Tambunan, terdakwa kasus mafia pajak dan pencucian uang. Foto ini pun diperlihatkan kepada pewarta foto Jakarta Globe yang kebetulan rekan satu kelas Gayus saat di SMA. Dari rekan pewarta foto inilah Agus Susanto kemudian diyakinkan bahwa orang tersebut memang Gayus.

Jika diperhatikan dengan seksama, banyak kesamaan fisik antara foto Gayus dipersidangan dengan foto “Gayus” saat menonton pertandingan tennis internasional tersebut.

Ada dua foto asli Gayus yang digunakan KOMPAS.com sebagai pembanding. Artinya ada tiga foto yang dapat diperhatikan untuk dibandingkan satu sama lain, bahwa orang berjaket hitam dan berkaca mata tersebut memang Gayus Halomoan Tambunan.

bentuk alis, hidung dan bibir atas yang sama

pertama, coba perhatikan bentuk alis dan tulang alis, kedua coba perhatikan bentuk hidung dan lobang hidungnya, ketiga coba perhatikan bentuk sudut bibir atas yang sama persis dan bentuk bibir bagian kiri yang agak turun. keempat perhatikan kesamaan posisi tahi lalat yang ada pada hidung dan kedua tahi lalat yang ada di dagu, semuanya sama persis.

dua tahi lalat di dagu yang letaknya sama persis

Menurut KOMPAS.com foto ini diabadikan Agus pada Jumat (5/11) pukul 20.10 saat pertandingan antara Hantuchova dan Yanina Wickmayer. Usai pertandingan, Gayus pun menghilang dari pandangan.

Gayus menonton tennis di Bali

Pertanyaan media atas keberadaan Gayus di Bali, tidak dapat dijawab secara tegas oleh Mabes Polri, sebagai “tuan rumah” Gayus di Kelapa Dua, Depok.

Mabes Polri membenarkan keberadaan Gayus diluar tahanan berdasarkan catatan, dimana Gayus memang sempat keluar dari Rutan Mako Brimob Kelapa Dua pada Sabtu pagi untuk keperluan berobat dan telah kembali pada Sabtu malam pukul 21.00 WIB.

Dalam aturan, seorang tahanan yang sakit memiliki hak untuk mendapatkan perawatan di luar rutan dibawah pengawalan polisi. Sementara di Bali, Gayus tanpa dikawal satu polisi pun.

Keterangan Mabes Polri ini tentu saja berbeda dengan fakta di lapangan. Mabes Polri menyebutkan Gayus ijin berobat pada Sabtu pagi sementara pewarta foto KOMPAS, Agus Susanto bertemu secara fisik dengan terdakwa dan mengabadikannya pada Jumat malam pukul 20.10 WITA.

“Jadi awalnya meminta izin, alasan tidak enak badan, untuk berobat. Oleh Kepala Rutan Bareskrim diizinkan. Karena sudah terlanjur di luar, pulangnya terlambat. Apakah ada negosiasi dengan petugas sehingga terlambat itu yg masih kita selidiki,” papar Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Iskandar Hasan, kepada KOMPAS.com di Mabes Polri, Jakarta, Senin (8/11).

Berdasarkan foto milik KOMPAS ini pun Kapolri Komjen Timur Pradopo pun tidak bisa berkelit, seolah merasa “kecolongan” Ia pun segera memerintahkan jajarannya segera mencari tahu kebenaran atas “bebasnya” Gayus.

Kabareskrim Mabes Polri Komjen Pol Ito Sumardi langsung melaporkan insiden itu ke Propam Mabes Polri dan buntutnya pihak penyidik internal ini langsung memeriksa sembilan orang yang ditengarai terlibat dalam kasus itu, termasuk kepala rutan Mako Brimob Kompol Iwan Siswanto.

DetikNews menyebutkan bahwa Jaksa menjerat Gayus dengan 4 dakwaan sekaligus atas dua perkara, yakni perkara mafia pajak terkait penanganan keberatan beberapa wajib pajak dan perkara mafia hukum terkait menyuap penyidik Polri, menyuap hakim, dan memberikan keterangan palsu. Gayus pun terancam 20 tahun penjara.

Bagaimana seorang terdakwa dalam kasus berat seperti Gayus Halomoan Tambunan bisa berlibur ke Bali?, tentu jawabannya berada pada Mabes Polri itu sendiri.

Sepekan lebih setelah dilantik sebagai Kepala Polisi RI (KAPOLRI), Komisaris Jenderal Timur Pradopo langsung diuji banyak pihak dalam mata pelajaran KEJUJURAN dan KONSISTENSI untuk membersihkan tubuh Polri dari para perwira, bintara dan tamtama yang korup. (G)

2 thoughts on “Bagaimana Gayus si Pencuri Pajak Negara itu Bisa Berada di Bali?”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *