Empat Anggota TNI Pelaku Tindak Kekerasan di Tingginambut, Papua Divonis 7-5 Bulan

Letda (Inf) Cosmos saat pembacaan vonis

Empat anggota TNI Angkatan Darat, yang terlibat dalam tindak kekerasan atas warga sipil di Tingginambut, Kabupaten Puncak Jaya, Kamis (12/11) divonis bersalah oleh Majelis Hakim Pengadilan Militer III-19 Jayapura.

Keempatnya merupakan anggota kesatuan Pam Rawan Yonif 753/Arga Vira Tama (AVT), Nabire. Masing-masing atas nama Letnan Dua (Inf) Cosmos, Prajurit Kepala (Praka) Syaminan Lubis, Prajurit Dua (Prada) Joko Sulistyono dan Prajurit Dua (Prada) Dwi Putranto.

Dalam persidangan terpisah, majelis hakim yang dipimpin Kolonel (P) Madjid Adnan, memvonis Letda (Inf) Cosmos dengan hukuman 7 bulan penjara. Perwira pertama ini dianggap bersalah melawan perintah atasannya terkait video tindak kekerasan yang sempat tayang di situs YouTube.com.

Letda (Inf) Cosmos

Vonis tersebut diberikan kepada Letda Cosmos setelah Majelis hakim menilai Letda Cosmos memenuhi unsur melanggar pasal 103 KUHPM junto 56 KUHP, yaitu itu perbuatan melawan perintah atasan.

Seperti yang diberitakan kantor berita AntaraNews, Ketua majelis hakim, Kolonel Laut Madjid Adnan menyatakan, perbuatan terdakwa bertentangan dengan sumpah prajurit dan 8 wajib TNI. Perbuatan terdakwa juga dinilai merusak sendi-sendi kehidupan dan mencoreng nama baik dan citra TNI di mata masyarakat dan dunia.

“Dengan alasan itu majelis hakim berpendapat hukuman yang dijatuhkan perlu diperberat dari tuntutan oditur militer,” kata Adnan saat membacakan putusan.

Mengenai hal-hal yang meringankan terdakwa masih muda dan belum pernah dihukum. Terdakwa juga menyesali perbuatannya dan berjanji tidak mengulanginya lagi.

Vonis atas Letda Cosmos ini lebih berat 3 bulan dibandingkan tuntutan oditur militer. Dalam persidangan sebelumnya, oditur militer hanya menuntut Letda Cosmos dengan hukuman 4 bulan penjara. Menanggapi vonis tersebut, terdakwa yang saat itu sebagai komandan pleton menyatakan pikir-pikir divonis 7 bulan penjara.

Persidangan ketiga terdakwa kasus Tingginambut

Sementara para terdakwa lainnya dalam persidangan terpisah yang dipimpin Hakim militer Letnan Kolonel Adil Karokaro memutuskan Praka Syaminan Lubis, Prada Joko Sulistyono dan Prada Dwi Purwanto terbukti bersalah karena melanggar perintah atasan. Atas perbuatannya tersebut masing-masing terdakwa diganjar dengan hukuman 5 bulan penjara.

“Ketiga terdakwa terbukti memenuhi unsur melanggar pasal 103 KUHPM junto 56 KUHP, yaitu melanggar perintah atasan atau tidak mematuhi perintah dinas untuk memperlakukan masyarakat dengan baik,” kata ketua majelis hakim, Letkol Adil Karokaro saat membacakan putusan.

Vonis ini lebih tinggi dibandingkan tuntutan oditur militer terhadap ketiganya. Dalam persidangan sebelumnya, oditur militer menuntut ketiganya masing-masing 3 bulan penjara. Menanggapi vonis tersebut ketiga terdakwa menyatakan pikir-pikir.

Kasus ini berawal dari beredarnya rekaman video tentang tindak kekerasan keempat oknum TNI itu terhadap sejumlah warga Papua di situs jejaring “Youtube.”

Dalam video itu, keempatnya terlihat menganiaya beberapa warga Papua yang diduga terlibat gerakan separatis. Para anggota TNI itu sesekali memukul dan menendang sejumlah warga yang ditangkap itu. (Ant)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *