Semarang

Gereja Blenduk

Semarang
adalah Lawang Sewu, Gereja mBlenduk,
Jembatan mBerok, Pasar nJohar,
Stasiun Tawang, dan gedung bertingkat tempo doeloe bergaya indische
yang kesepian setelah ditinggal sang Meneer kembali ke negeri asal,
sementara mereka sesak dihimpit pencakar langit masa kini nan kokoh menjulang

Oei Tiong Ham

Semarang
adalah Oei Tiong Ham, Majoor Cina,
raja candu dan gula dunia
yang terlupakan dan terusir
karena tidak membayar pajak kolonial yang begitu tinggi
sementara di Singapura,
namanya diabadikan menjadi nama jalan karena jasanya

Semarang
adalah iringan musik gambang, batik mblekok, dan wayang kulit Sobokertti yang ditinggalkan anak muda yang lebih suka kongkow di klub malam,
karena karaoke dan tarian hip-hop lebih merasuk jiwa mereka

Semarang
adalah museum Ronggowarsito,
dan pentas wayang orang Taman Raden Saleh
yang selalu sepi pengunjung,
karena orang lebih menikmati hiburan di bioskop 21 dan XXI Paragon Mall

Toekang betjak poeles di betjaknja

Semarang
adalah tukang-tukang becak
di sudut-sudut perempatan jalan
yang tertidur kelelahan
menanti calon penumpang yang tak kunjung tiba,
sementara sepeda motor
semakin banyak menyeruak jalanan kota

Semarang
adalah waroeng Semawis di gang Lombok, Pecinan,
yang selalu menyibak dingin malam di akhir pekan
bersama orang-orang tua yang asyik menghibur diri
dengan lagu lagu negeri Tiongkok

Semarang
adalah Semarang, tempat banjir rob yang setia
menggenang setiap sudut kota sepanjang tahun, memenuhi kanal-kanal benteng Vijhoek, sementara para pejabat dan birokratnya lebih asyik menghibur diri dengan korupsi, kolusi dan nepotisme,..

Manyaran, 27 Nov 2010

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *