Secangkir Kopi Hangat

SECANGKIR KOPI HANGAT – bagi GA

Hanya kopi yang menghangati senja
tak sehangat warna suara yang kau kenal nyinyir di telingamu
dan jangan lupa garis bibir perempuan yang mengirim manis kemanjaannya
yang memberi seluruh jalan menuju sebuah kota cinta

reguk saja kopimu untuk memaknai jalan malam nanti
sebab kau kan lihat di penjuru langit langit
bintang bintang sakit berebut cahaya dari bulan.

Aku lupa apakah bintang punya budi pekerti
sementara bintang bintang hanyalah massa.

Sungguh bulan tak pernah punya wacana
yang ia fahami bersama matahari
bagaimana membagi cinta bagi semesta
sejati massa.

@kmw@

terima kasih kepada kawan penyair Muda Wijaya, yang telah menulis syair ini, sebagai pengantar senja dalam status Facebook ku. Semoga perkawanan kita tetap seperti dulu,..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *