Masih Rendahnya Kualitas Media Memahami Kearkeologian Indonesia

Jumat, 04/01/2013 08:56 WIB
Temuan Makam, Bukti Bangsa Indonesia Penemu Pertama Situs Gunung Padang
Andri Haryanto – detikNews
Foto: Ali Akbar
Jakarta – Selama ini catatan sejarah menulis penemu Situs Megalitik Gunung Padang Desa Karyamukti, Kecamatan Cempaka, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Sekitar 50 KM dari Kota Cianjur, Jawa Barat, adalah NJ Krom yang merupakan warga negara Belanda. Namun, ditemukannya deretan makam di areal yang kini menjadi objek penelitian itu, diharapkan dapat membuka tabir baru jika masyarakat sekitarlah yang pertama kali menemukan situs tersebut.
“Dengan adanya makam di situ (areal Gunung Padang), artinya ada masyarakat yang tinggal dan menetap di situ, kemudian ada jeda sampai MJ Krim menemukan situs tersebut dan melaporkannya ke pemerintah Belanda,” ujar Arkeolog UI, Ali Akbar, saat berbincang dengan detikcom, Kamis (3/1/2013).
Ali memaklumi, bila Belanda mencatat temuan Krom tahun 1914 itu dalam catatan pemerintahannya. Pasalnya, pemerintahan saat itu dipegang oleh Gubernur Hindia-Belanda, dimana Krom memiliki akses langsung ke pemerintah untuk memasukannya ke dalam temuan Belanda.
“Maksudnya ke depan, kita menghargai masyarakat setempat yang mereka sudah lebih dulu tahu dan menjaganya namun tidak masuk dalam laporan temuan,” kata Ali.
Berdasarkan temuan tim penelitian di Gunung Padang, terdapat beberapa makam yang terletak di teras kelima situs megalitik tersebut. Ali menyebut, makam yang ditemukan tersebut bergaya makam Islam yang masing-masing makamnya memiliki nisan. Namun, hanya satu makam yang tulisan di nisannya masih terbaca.
Di nisan satu tertera tulisan latin yang menerangkan nama jasad yang dimakamkan bernama Hadi Winata yang wafat pada tahun 1947. Almarhum tertulis juga wafat pada usia 68 tahun, artinya almarhum lahir pada tahun 1879. Di nisan lainnya makam yang sama, tertera pula tulisan Arab, di nisan tersebut terbaca ‘prabu’ serta terdapat tahun hijriyah, 1356 H.(*)

Bagi saya berita detik.com hari ini sungguh menyesatkan dan tidak menunjukkan kedalaman dalam memahami ke-arkeologian Indonesia.

Pertama, judul diatas jelas sangat menyesatkan, karena menyatakan seolah-olah Bangsa Indonesia adalah penemu pertama dari situs Gunung Padang ini, padahal saat NJ Krom mengunjungi situs tersebut pada 1914 silam tersebut bangsa Indonesia belum ada.

Dari sisi administratif Bangsa Indonesia baru ada pada 17 Agustus 1945. Sementara dari sisi sejarah penggunaan kata-kata ‘Indonesia’, pertama kali digunakan secara resmi oleh Partai Komunis Indonesia (PKI) pada awal 1920-an. PKI lah satu-satunya organisasi dan organisasi pertama yang ‘berani’ secara terang-terangan menggunakan kata ‘Indonesia’ disaat organisasi pergerakan yang lainnya masih menggunakan kata Indische yang jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia berarti ‘Indis’ yang merujuk pada Indie atau Hindia.

Kembali pada persoalan penggunaan judul berita detik.com diatas, mungkin lebih tepatnya masyarakat Gunung Padang-lah atau masyarakat sekitar situs arkeologi tersebutlah yang kali pertama berinteraksi dan bukan “menemukan” dengan situs Gunung Padang.

Kenapa saya katakan “berinteraksi” karena belum ada catatan sejarah baik itu dari prasasti-prasasti Pajajaran di Jawa Barat maupun catatan administratif kolonial Belanda yang menyebutkan siapa penemu awal.

NJ Krom pun tidak dapat disebutkan sebagai penemu pertama, karena NJ Krom hanya melakukan pencatatan awal dari sebuah situs yang bernama Gunung Padang.

Kedua, sebagai arkeolog seyogyanya seorang Ali Akbar berhati hati memberikan pernyataan soal makam Islam yang terletak disitus tersebut. Imbauan ini agar jangan sampai posisi makam tersebut akan rancu dengan budaya Megalitik yang ada di Gunung Padang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *