logoposbaliDENPASAR, Pos Bali – Mahasiswa Fakultas Sastra Universitas Udayana (Unud) yang terdiri dari mahasiswa jurusan Arkeologi, Sejarah dan Antropologi, menentang upaya pihak rektorat Unud membongkar gedung tua (Gedung C) fakultas sastra Unud di jalan pulau Nias, yang dianggap memiliki nilai historis. Para Mahasiswa berhasil mengusir para pekerja dari CV. Hidayat yang memenangkan tender dari pihak Rektorat Unud untuk membongkar gedung tua itu, Jumat (30/8).

“Kami menolak pembongkaran gedung ini yang mempunyai nilai sejarah yang tinggi. Ini kampus yang diresmikan Soekarno tahun 1958, dan satu-satunya kampus di Indonesia timur yang diresmikan Soekarno,” ungkap Ngurah Agung Swhbhwa, koordinator mahasiswa yang menentang pembongkaran itu, kepada Pos Bali di kampus Fakultas sastra Unud, Jumat (30/8)

Menurut dia, kalau gedung tua itu dibongkar maka tidak akan memiliki nilai historis lagi bagi masyarakat Bali dan Nusa Tenggara. Gedung tua itu sedang diperjuangkan para mahasiswa untuk dijadikan Museum Sejarah kebudayaan Bali dan Nusa Tenggara, dan  sebagai salah satu cagar budaya. Ia pun menyoroti sikap inkonsistensi pihak rektorat Unud yang memasang plang nama untuk fakultas sastra sebagai kampus pewahyu rakyat, namun pada saat yang sama mereka juga berupaya mengancurkan gedung bersejarah itu.

Para mahasiswa tetap berjuang agar bangunan tua itu tetap dipertahankan, dan diperjuangkan untuk menjadi museum. Menurut mereka, pihaknya akan menempuh jalur hukum bila pihak rektorat tetap ngotot membongkar gedung bersejarah itu.

Seorang alumnus fakultas sastra Unud, Gentry Amalo yang turut hadir di tengah-tengah mendampingi para mahasiswa, itu mengatakan, dia terkejut dan prihatin dengan rencana pembongkaran gedung tua itu. karena itu, dia akan mendampingi para mahasiswa untuk bersama-sama berjuang menolak rencana pembongkaran itu.

Menurut dia, sesuai dengan UU tentang cagar Budaya bahwa bangunan bersejarah yang berusia lebih dari 50 tahun bisa dijadikan sebagai salah satu cagar budaya. “Itu (gedung tua) sedang diperjuangkan untuk menjadi bangunan cagar budaya,” ungkap Gentry, wartawan senior di bali yang sedang belajar S3 di Semarang.

Dari data yang dihimpun Pos Bali, pihak rektorat Unud melalui pejabat Penjual Penghapusan Gedung C Fakultas sastra Unud telah mengeluarkan Surat Perintah Kerja (SPK) pembongkaran Gedung C Fakultas sastra Unud kepada CV. Hidayat, dengan Nomor 3100/UN14.11/LK/SPK/2013 tertanggal 21 Agustus 2013.c02

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *