PRABOWO SUBIANTO DAN SOEKARNOISME

Abstract

The spectacle of 2014 Indonesian Presidential Election was not solely a collection of Prabowo’s self-image, but more likely of social relation which were mediated through Soekarno’s image. Social relation has shifted further into commodity relation, where the heroic, anti-capitalist Soekarno’s self-image; being used as political commodity for Prabowo’s interest in taking over all aspects of Soekarno’s life. Prabowo has impressed his admirer to copy and reproduce his self image during the campaign. The image that Prabowo has tried to present, as to dressed up similarly to Soekarno, was just a political performance in a battle to win the presidential seat.

Keywords: Prabowo, Jokowi, nasionalisme, Pemilu 2014

Abstrak
Tontonan PEMILU 2014 ini bukanlah koleksi citra atau image, melainkan relasi sosial yang dimediasi melalui pencitraan Soekarno dalam diri Prabowo Subianto. Relasi sosial telah bergeser lebih jauh menjadi relasi komoditas, dimana citra diri Soekarno atau Bung Karno yang heroik dan anti kapitalis dijadikan komoditas politik kepentingan Prabowo Subianto untuk mengambilalih segala aspek kehidupan yang ditandai dengan relasi komoditas. Selain itu Prabowo juga telah menyihir penontonnya untuk menjiplak dan mereproduksi ulang citra-citra yang dipertontonkan selama masa kampanye Pemilu 2014. Pencitraan yang coba ditampilkan Prabowo Subijanto dengan berdandan ala Bung Karno ini, tidak lebih merupakan pertunjukan dalam sebuah pertarungan politik merebut kursi kepresiden.

Kata Kunci: Prabowo, Jokowi, nasionalisme, Pemilu 2014
Tulisan selengkapnya dari jurnal akademik ini dapat diakses pada:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *