Surahman Hidayat (dpr.go.id)

Dramaturgi MKD dalam Kasus “Papa Minta Saham”

MKD tegaskan kasus Setya ditutup karena mengundurkan diri

| 2.151 Views
Surahman Hidayat (dpr.go.id)
Jakarta (ANTARA News) – Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) Surahman Hidayat mengatakan, sidang kasus dugaan pelanggaran etika atas Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Setya Novanto dinyatakan ditutup karena adanya surat pengunduran diri dari teradu.

“Jadi keputusan MKD menyatakan kasus dugaan pelanggaran etik dinyata ditutup sejak diterimanya surat pengunduran diri Ketua DPR Setya Novanto,” kata Ketua MKD Surahman Hidayat saat membacakan keputusan MKD di Senayan Jakarta, Rabu malam.

Sebelumnya, Ketua DPR Setya Novanto melayangkan surat pengajuan pengunduran diri sebagai Ketua DPR RI 2014-2019.

Menurut Surahman, sejak 16 Desember 2015 Setya Novanto tidak lagi sebagai Ketua DPR RI. “Jadi Alhamdulillah sudah berakhir, happy ending,” kata Surahman.

Sebelumnya, Wakil Ketua MKD Sufni Dasco membacakan surat pengunduran diri Setya Novanto.

“Sehubungan dengan perkembangan proses di MKD yang saat ini sedang berlangsung, maka untuk menjaga martabat, harkat dan kehormatan DPR RI serta menciptakan ketenangan dalam masyarakat, saya menyatakan mrngundurkan diri sebagai Ketua DPR RI 2014-2019,” kata Sufni membacakan surat Setya Novanto.

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © ANTARA 2015

Tanggapan Saya

Mundurnya Setya Novanto seharusnya tidak secara otomatis menghentikan MKD bersidang dan mengambil keputusan memberikan sangsi kepada yang bersangkutan. Karena penghentian sidang hanya boleh dilakukan jika Setya Novanto juga mengundurkan diri sebagai anggota DPR RI.

Persidangan MKD atas Ketua DPR Setya Novanto tidak hanya persidangan Setya Novanto sebagai Ketua DPR semata tetapi juga Ia sebagai anggota DPR, karena fungsi MKD adalah menjaga marwah dan wibawa DPR dari perilaku anggota DPR yang bermasalah baik secara hukum dan etika lembaga legislatif tersebut.

Membaca artikel pada laman LKBN ANTARA ini menurut saya MKD sedang melakukan dramaturgi politik untuk menyelamatkan koalisi yang menjadikan Setya Novanto sebagai Ketua DPR RI.

Dramaturgi politik MKD ini menunjukkan ada upaya keras dari “tangan tak terlihat” untuk menjungkir-balikkan logika politik masyarakat Indonesia. Mundurnya Setya Novanto, adalah mundur dari jabatan sebagai Ketua DPR RI dan bukan sebagai anggota DPR RI.

Jika dia mundur sebelum sangsi MKD diberikan itu artinya Setya Novanto belum dapat dianggap bersalah dan nama baiknya tetap bersih dari tudingan, apalagi MKD kemudian menghentikan persidangan dan kasusnya ditutup.

Jangan mau ditipu politisi busuk dan anggota parpol penghina demokrasi rakyat. MKD Harus Pecat SetNov sebagai anggota DPR RI !!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *