Bagi warga Rote Ndao, baik yang bermukim di Pulau Rote maupun di Pulau Timor bagian Barat, pohon siwalan atau lontar (Borassus flabellifer) ibarat ibu yang memberikan kehidupan. Bagaimana tidak, dari pohon lontar ini orang Rote menghidupi diri dan keluarganya, mulai dari menyadap tuak manis, yang dapat diolah menjadi sirup gula yang dikenal dengan istilah tua yang berarti gula.

Sirup gula lontar inilah yang dikonsumsi sehari-hari saat sedang petani bekerja di sawah atau ladang. Caranya cukup hanya dengan mencampurnya dan dikacau dengan air putih yang dikenal dengan tua hopo. Selain itu tua ini digunakan sebagai bahan racikan bumbu saat membuat dendeng atau pun daging se’i yang merupakan makanan khas asli Rote. Dari sirup gula ini bisa diolah lagi menjadi gula lempeng atau gula semut. Tidak heran jika Profesor James J. Fox, guru besar antropologi Australian National University (ANU) menyebutkan bahwa orang Rote meminum makannya. Dari tuak manis atau nira pohon lontar, dapat juga diolah menjadi dua jenis minuman keras, yakni laru dan sopi. Laru adalah minuman hasil fermentasi tuak manis yang direndam bersama kayu laru dan akar-akaran tertentu, sedangkan sopi merupakan hasil pemanfaatan teknologi destilasi atau penyulingan dari rendaman laru, dan sopi ini dapat disejajarkan dengan minuman keras asal Rusia vodka.

Selain itu, orang Rote pun memanfaatkan daun lontar yang berbentuk kipas untuk beragam kebutuhan, seperti atap rumah yang disebut fi’i, wadah air yang disebut dengan haik. Demikian pula dengan rumah tradisional orang Rote pun menggunakan bebak yang adalah pelepah dari daun lontar, bahkan batang kayu lontar pun kerap digunakan sebagai bahan bangunan rumah adat. Beragam fungsi lontar inilah yang membuat pohon lontar memiliki arti penting di dalam kehidupan sehari-hari orang Rote selama berabad-abad.

Karena memiliki arti dan makna yang penting inilah, dalam perlehatan Pilkada Serentak 2018, salahsatu pasangan kandidat Bupati dan wakil Bupati Rote Ndao, yakni Bima Fanggidae – Ernest Z.S. Pella, menggunakan nama lontar yang dikemas dalam ejaan “LONT4R”, sebagai nama paket yang diusung tiga partai politik yakni, Partai Gerindra, Partai Demokrat dan PAN. Dalam visi misinya paket LONT4R menjanjikan sebanyak 15 program kerja dalam 100 hari pertama.

Tulisan ini merupakan rangkuman diskusi terbuka hasil tanya jawab saya di group Facebook “Anak Rote Anti Koruptor” (ARAK). Dimana saya melakukan proses diskusi terbuka dengan Koordinator Tim Sukses paket LONT4R saudara Alfredo Wawan Mesah. Setidaknya ada beberapa visi misi paket LONT4R yang menggelitik isi kepala saya, yakni visi misi nomor 1, 3 dan 4.

Pada visi misi nomor 1 paket LONT4R disebutkan bahwa “.. menjamin ketersediaan pupuk bagi petani dan nelayan..”. Frase ini tentu bias makna karena dapat ditafsirkan bahwa LONT4R akan menjamin ketersediaan pupuk bagi petani dan juga nelayan. Padahal di dalam melakukan pekerjaan selaku nelayan tentu saja tidak membutuhkan pupuk, seperti halnya petani yang bekerja di sawah dan kebun. Menurut Wawan Mesah, visi misi paket LONT4R dibuat berdasarkan kajian atas dasar upaya pemenuhan “kebutuhan” masyarakat Rote Ndao yang harus diperhatikan oleh pemimpin yang melayani dan pelayan yang memimpin, agar masyarakat Rote Ndao menjadi sejahtera dan bermartabat. Karena itulah paket LONT4R menjanjikan Kartu GOTONG ROYONG PETANI & NELAYAN (disingkat GONG TANY).

Paket LONT4R menjamin ketersediaan pupuk bagi petani, alat atau sarana penunjang tangkap bagi nelayan tangkap, bibit, dll bagi nelayan budidaya, termasuk petani/nelayan Rumput laut kira-kira begitulah maksudnya. Namun Wawan juga tidak menjelaskan perbedaan antara kartu GONG TANY ini dengan kartu petani dan kartu nelayan yang telah diinisiasi dan disediakan pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Berikutnya dalam visi misi nomor 3 paket LONTAR disebutkan bahwa mereka akan menyediakan lapangan pekerjaan bagi 50.000 warga pencari kerja di Rote Ndao. Tidak dijelaskan apakah 50.000 ini angka yang akan dicapai dalam 100 hari kerja atau angka selama lima tahun berkuasa.

Kemudian muncul pertanyaan, lapangan kerja seperti apa yang akan disediakan paket LONTAR di Rote Ndao ini? Jika angka 50.000 ini adalah angka selama lima tahun berkuasa maka pertanyaan berikutnya industrialisasi jenis apa yang akan dibangun untuk memenuhi 10.000 lapangan kerja setiap tahunnya selama 5 tahun LONT4R memimpin Rote Ndao, sehingga terpenuhi lima puluh ribu lapangan kerja setiap tahunnya.

Menurut Wawan Mesah, terkait 50.000 lapangan kerja tersebut jangan dipahami secara sempit bahwa lapangan kerja itu hanya di sektor formal saja seperti menjadi PNS / ASN dan Tenaga Kerja Daerah (honorer daerah), tetapi secara makro penciptaan lapangan kerja adalah memberikan edukasi atau bimbingan kepada masyarakat petani, penyadap lontar atau tuak, pemasak gula air, gula lempeng, gula semut, sehingga mereka menjadi masyarakat produktif dan mempunyai value added, sekali pun itu hanya berbasis home industri, tapi mereka mempunyai penghasilan tetap yang berkelanjutan, pada akhirnya menjadi masyarakat sadar dan wajib pajak yang memiliki NPWP, sehingga itu menjadi dasar hitung statistik terhadap angka pengangguran, yang dievaluasi berkala setiap tahun.

Apa yang dijelaskan Wawan Mesah di atas belum menjawab pertanyaan saya, dimana justru karena saya memahami visi misi LONT4R nomor 4 tersebut secara luas, sehingga saya bertanya, soal dasar perhitungan angka 50.000 pencari kerja itu, yang bagi saya adalah angka yang absurd dan tidak masuk akal, angka yang dikarang-karang yang akan dikerjakan dalam 100 hari kerja atau pun lima tahun berkuasa. Mengapa demikian karena angka lulusan SMA/SMK di Rote Ndao setiap tahunnya tidak sampai lebih dari 2000 siswa setiap tahunnya. Diantara lulusan ini sudah pasti kuliah di luar Rote atau menjadi TNI-POLRI dan mendaftar sebagai ASN, sisanya akan merantau ke Bali, Lombok, Kalimantan dan Papua sebagai pekerja di sektor perikanan tangkap, pariwisata atau pun perkebunan, artinya angka 50.000 ribu itu tidak akan pernah dicapai atau diwujudkan.

Penjelasan Wawan Mesah justru meletakkan angka 50.000 tersebut sebagai kegiatan memberikan edukasi dalam bentuk bimbingan kepada masyarakat petani, penyadap tuak, pemasak gula air, gula lempeng, gula semut. Frase yang dituliskan Wawan Mesah tersebut seolah-olah mengkategorikan “… petani, penyadap tuak, pemasak gula air, gula lempeng, gula semut…sebagai profesi yang berbeda, padahal itu satu profesi yakni petani..” Karena petani di Rote, disaat sedang tidak bercocok tanam, sebagian waktunya mereka gunakan untuk menyadap tuak untuk dimasak jadi gula air yang kemudian diolah lagi menjadi gula lempeng atau gula semut.

Dalam hemat saya, para petani yang juga penyadap gula lontar ini justru tidak memerlukan bimbingan teknis dari pemerintah terkait proses penyadap nira lontar yang kemudian diolah menjadi gula lontar, karena ini merupakan profesi yang sudah dilakukan secara turun-temurun dari generasi ke generasi dan sudah sustained sejak berabad-abad. Artinya penjelasan Wawan Mesah tetap tidak menjawab persoalan karena profesi petani saat ini semakin kurang diminati oleh generasi muda yang cenderung memilih untuk bekerjadi sektor formal (ASN, TNI, POLRI), kuliah diluar pulau atau merantaumencari pekerjaan ke luar pulau.

Dalam visi misi nomor 4 paket LONT4R disebutkan bahwa paket LONT4R menjamin ketersediaan BBM bagi masyarakat Rote Ndao dengan membangun kilang penampungan BBM (jobber) dan pembangunan SPBU di tiga titik wilayah yakni timur, tengah dan barat Rote Ndao. Di dalam penjelasannya, Wawan Mesah menyebutkan bahwa jobber adalah yang biasa dan bukanlah hal yang spektakuler. Jobber bisa saja dibangun oleh pemerintah daerah, atau memberikan kesempatan kepada swasta dalam hal ini investor.

Wawan mencontohkan bahwa di jaman Bupati Christian N. Dillak sudah pernah dilakukan kajian AMDAL dan studi kelayakannya. Bahkan sudah ada pemenang tender seharga Rp 20 milyar di masa itu. Wawan menerangkan namun entah mengapa, proyek itu diendapkan dan tidak jadi dibangun. Paket LONT4R memastikan bahwa paket LONT4R, di dalam 100 kerja setelah pelantikan, melalui jaringan kemitraan yang mereka punya akan membuat Floating Bunker atau bunker terapung di Rote, agar dapat menyediakan kebutuhan BBM, sekaligus untuk mendapatkan perhitungan jumlah kebutuhan kuota BBM masyarakat Rote Ndao dalam satu bulan. Dengan ratio perhitungan kebutuhan itulah, akan dipastikan besarnya daya tampung jobber yang mesti dibangun, sehingga ketersediaan BBM bagi masyarakat selalu tersedia dan tidak akan terjadi kelangkaan sekalipun ada kondisi iklim dan cuaca yang ekstrim, karena sudah diantisipasi melalui perhitungan yang tepat.

Dalam penjelasan Wawan Mesah tersebut diatas tidak dijelaskan mengapa jobber yang konon telah melewati beragam kajian AMDAL dan studi kelayakan bahkan sudah pada tahapan tender tidak segera dikerjakan? Apa yang dijelaskan Wawan Mesah bahwa Pemda Rote Ndao bisa saja membangun jobber, bisa masuk akal akan tetapi tapi tentu saja, tidak semudah yang disampaikan, Pertama, Pertamina pun tidak sembarang untuk menambah kuota BBM. Karena kuota BBM itu dihitung berdasarkan kebutuhan masyarakat akan beragam jenis BBM perharinya, jumlah kendaraan yang ada di Rote, dan pergerakan masyarakat Rote Ndao setiap harinya. Kedua, Kendati Pemda Rote Ndao membangun dan memiliki jobber, namun soal penambahan kuota BBM itu merupakan kewenangan pemerintah pusat. Dan jika tidak ada penambahan kuota BBM, maka sama saja jobber tersebut tidak berguna. Sementara, terkait kuota BBM telah diatur dalam perpres, dimana kebijakan teknis terkait penambahan kuota tersebut menjadi kewenangan Pertamina. Untuk itu, jika pemimpin kabupaten mau mendorong adanya penambahan kuota, maka kemampuan pemda dalam ‘melobi’ Pertamina, menjadi kebutuhan mutlak, karena penambahan kuota di suatu daerah sudah pasti akan berdampak pada pengurangan kuota pada daerah lain di dalam zona yang sama. Demi kepentingan lobi ini, maka pemkab harus punya basis data, secara khusus, berapa kilo liter BBM yang dibutuhkan di kabupaten Rote Ndao. Ketiga, karena ijin pembangunan jobber berada di tangan presiden. Mampukah pasangan Bima-Erenst ini melakukan lobi kepada Presiden Joko Widodo mengingat selama ini Partai Gerindra dan PAN adalah partai politik yang selalu mengambil sikap yang bertentangan dan tidak jarang mencibir kerja-kerja percepatan pembangunan yang sedang dikerjakan pemerintah pusat.

Kesimpulan saya, sebaiknya paket LONT4R jangan membuat program yang tidak masuk akal dan memanipulasi alam pikir rakyat, dimana rakyat diiming-imingi program yang secara teknis perijinannya tidak sembarangan.

***

Opini ini juga pernah dimuat di RadarNTT.co

25 thoughts on “Program “LONT4R” yang Aduhai dan Tidak Membumi”
  1. Good day! I could have sworn I’ve been to this blog before but after browsing through some of the post I realized it’s new to me. Anyways, I’m definitely delighted I found it and I’ll be book-marking and checking back frequently!

  2. Great goods from you, man. I’ve understand your stuff previous to and you are just too fantastic. I really like what you have acquired here, certainly like what you’re saying and the way in which you say it. You make it entertaining and you still care for to keep it smart. I can not wait to read much more from you. This is actually a wonderful website.

  3. Thank you for the sensible critique. Me and my neighbor were just preparing to do some research about this. We got a grab a book from our area library but I think I learned more from this post. I’m very glad to see such magnificent info being shared freely out there.

  4. Hello there! This post couldn’t be written any better! Reading this post reminds me of my good old room mate! He always kept talking about this. I will forward this article to him. Fairly certain he will have a good read. Many thanks for sharing!

  5. Thanks a lot for the helpful posting. It is also my opinion that mesothelioma has an extremely long latency interval, which means that signs and symptoms of the disease might not emerge until eventually 30 to 50 years after the first exposure to asbestos. Pleural mesothelioma, which is the most common type and affects the area across the lungs, might result in shortness of breath, chest pains, and a persistent coughing, which may cause coughing up our blood.

  6. Terrific work! This is the type of info that should be shared around the internet. Shame on Google for not positioning this post higher! Come on over and visit my website . Thanks =)

  7. A lot of what you claim is supprisingly appropriate and it makes me ponder the reason why I had not looked at this in this light before. This article truly did turn the light on for me as far as this subject matter goes. Nevertheless there is actually one factor I am not too cozy with and while I try to reconcile that with the main theme of the position, permit me observe what the rest of your readers have to point out.Very well done.

  8. Thank you for the auspicious writeup. It in truth was a leisure account it. Glance advanced to far delivered agreeable from you! However, how could we keep up a correspondence?

  9. Hey there, You have performed an excellent job. I?l definitely digg it and in my opinion recommend to my friends. I’m confident they will be benefited from this web site.

  10. I precisely needed to thank you so much once more. I do not know the things that I would have implemented in the absence of those smart ideas provided by you about that subject matter. It had been a challenging circumstance in my position, however , being able to view the skilled fashion you dealt with it forced me to weep with delight. I’m happier for your assistance and then sincerely hope you comprehend what an amazing job you were accomplishing teaching most people using a blog. I’m certain you haven’t encountered any of us.

  11. There are certainly numerous particulars like that to take into consideration. That could be a great level to bring up. I supply the thoughts above as basic inspiration but clearly there are questions like the one you bring up the place the most important factor will probably be working in honest good faith. I don?t know if greatest practices have emerged around things like that, but I am positive that your job is clearly identified as a fair game. Both girls and boys really feel the impact of only a second? pleasure, for the rest of their lives.

  12. One other thing is that an online business administration training is designed for learners to be able to smoothly proceed to bachelors degree programs. The 90 credit diploma meets the other bachelor diploma requirements then when you earn your associate of arts in BA online, you should have access to the most recent technologies in such a field. Several reasons why students would like to get their associate degree in business is because they’re interested in this area and want to obtain the general education necessary ahead of jumping into a bachelor diploma program. Thanks for the tips you really provide as part of your blog.

  13. I was suggested this blog via my cousin. I am not certain whether or not this submit is written by him as no one else understand such designated approximately my difficulty. You’re incredible! Thank you!

  14. With everything which appears to be building within this area, your points of view tend to be somewhat exciting. Having said that, I am sorry, but I can not give credence to your entire plan, all be it exhilarating none the less. It would seem to everyone that your remarks are not completely justified and in fact you are your self not even fully certain of the point. In any case I did take pleasure in reading through it.

  15. Does anyone know what happened to Dimepiece LA celebrity streetwear brand? I seem to be unable to proceed to the checkout on Dimepiecela site. I’ve read in Cosmopolitan that they were acquired by a UK hedge fund in excess of $50 million. I have just bought the Dimepiece International Playa Duffel from Amazon and absolutely love it xox

  16. Simply wish to say your article is as surprising. The clarity in your post is just great and i can assume you are an expert on this subject. Well with your permission allow me to grab your feed to keep up to date with forthcoming post. Thanks a million and please continue the enjoyable work.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *