Hai Kawan, Kapan Widji Thukul Pulang?

Widji Thukul

Hari ini 26 Agustus, Widji Thukul genap berusia 55 tahun. Penyair beraliran realisme sosialis yang juga aktifis Partai Rakyat Demokratik (PRD) dinyatakan hilang pada pertengahan Mei 1998. Ia diduga diculik dan dihilangkan paksa oleh rejim militer Orde baru.

Tulisan ini saya buat untuk kembali mengingatkan negara dalam hal ini Presiden Joko Widodo dan tim suksesnya saat Pilpres 2014, untuk segera memenuhi janji kampanye politik Presiden Jokowi. Sebuah janji politik yang disampaikan langsung Jokowi kepada keluarga Widji Thukul.

Dalam benak awam, menemukan dan mengembalikan Widji Thukul serta orang-orang yang hilang di masa reformasi dua puluh tahun silam adalah kewajiban negara. Presiden Joko Widodo, sebagai seorang Kepala Negara, Kepala Pemerintahan, Panglima Tertinggi TNI, Panglima Tertinggi Polri, tentu saja dapat menggunakan kekuasaannya itu memerintahkan Kepala BIN, Panglima TNI dan Kapolri untuk mencari, mengembalikan Widji Thukul dan aktifis Pro-Demokrasi lainnya yang hingga kini belum juga kembali. Di sisi lain, kita semua tahu, tidak mudah mengurus rakyat di negeri yang besar ini karena terlalu banyak kepentingan. Pun, saya tetap percaya bahwa Presiden Jokowi akan memenuhi janjinya itu.

Kini, menjelang lima tahun masa pemerintahan Presiden Joko Widodo janji kampanye itu belum juga terpenuhi. Sulitkah memenuhi janji kampanye itu, saya pikir tidak, mengingat, tidak sedikit kawan-kawan Widji Thukul sesama aktifis ProDem 1996-1998 yang saat ini berada di dalam lingkar Presiden Jokowi. Demikian pula para jenderal pejabat milliter saat Widji Thukul dihilangkan, mereka kini juga berada dalam lingkaran Jokowi.

Kepada para purnawirawan jenderal dan kawan-kawan aktifis ProDem 1996-1998 yang ada di pusat kekuasaan itu, masih ingatkah dengan tagar saat Pilpres 2014 #JokowiAdalahKita (?) maafkan saya jika bertanya kepada kalian kapan Widji Thukul, Bimo Petrus, Herman Hendrawan dan lainnya pulang?. Memulangkan Widji Thukul dll bukan hanya tugas Presiden Jokowi semata, karena hal itu adalah TUGAS KITA juga, dan saya hanya minta satu hal, tolong bantu ingatkan Presiden Jokowi soal Widji Thukul dan kawan-kawan kita yang belum kembali hingga hari ini.

Mari, kawan-kawan yang berada di dalam lingkar kekuasaan Presiden Jokowi membaca kembali puisi Widji Thukul ini:

Tentang Sebuah Gerakan

Tadinya aku pingin bilang
aku butuh rumah
tapi lantas kuganti
dengan kalimat
SETIAP ORANG BUTUH TANAH
ingat: Setiap orang

Aku berpikir
tentang sebuah gerakan
tapi mana mungkin
aku nuntut sendirian

Aku bukan orang suci
yang bisa hidup dari sekepal nasi
dan air sekendi
aku butuh celana dan baju
untuk menutup kemaluanku

Aku berpikir
tentang sebuah gerakan
tapi mana mungkin
kalau diam

**

Selamat Ulang Tahun Kang Widji Thukul, tabek..

#2019Jokowi2Periode
#2019OgahGantiPresiden
#WujudkanKemanusiaanYangAdilDanBeradab

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *