Foto Dibalik Jeruji Besi Polisi

Polisi masih saja mendiskriminasi pengguna narkotika ilegal, pelatihan “HAM pengguna narkotika” yang kerap diikuti pejabat kepolisian dan BNN terkesan basa-basi setengah hati dalam praktek.

Terlepas dari pandangan politik saya dan Andi Arief yang berbeda haluan. Hari ini disalah satu media online polisi menyatakan bahwa Andi Arief adalah “korban penyalahgunaan narkotika” karena itu yang bersangkutan wajib direhabilitasi. Akan tetapi disisi lain polisi juga “menyebarluaskan” foto tersangka AA yang sedang meringkuk di dalam sel tahanan kepolisian.

Pertanyaannya, Pertama, apa tujuan polisi menyebarluaskan foto seorang tersangka pengguna narkotika yang kebetulan seorang politisi ini? Kedua, Apakah polisi sudah lupa dengan “asas praduga tak bersalah” yang adalah hal mendasar dalam proses penegakkan hukum di Indonesia? Dalam pandangan saya perilaku petugas kepolisian dengan menyebarkan foto Andi Arief ini sama saja dengan sebuah “penghinaan” martabat manusia “korban” penggunaan narkotika ilegal. Apakah polisi berhak menjadi hakim atas Andi Arief dengan menyebarkan foto-foto tersebut?

Terkait hal tersebut maka sudah selayaknya Kapolri memerintahkan Kadiv Propam Mabes Polri untuk mengusut tuntas kasus kegenitan penyebaran foto “korban” penggunaan narkotika ilegal yang sedang meringkuk dibalik jeruji besi ini ke media sosial, dan Kapolri wajib  memberi sanksi kepada petugas kepolisian yang memotret dan menyebarkannya ke publik.

Kepada rekan-rekan jurnalis dan sahabat pengguna media sosial, mari tetap menegakkan “asas praduga tak bersalah” dengan tidak ikut menyebarkan foto-foto siapa pun yang sedang berada dibalik jeruji besi kepolisian. Hari ini foto Andi Arief, besok atau lusa bisa saja itu foto anda dan saya yang tersebar di medsos.


#PolisiTegakkanAsasPradugaTakBersalah
#STOPEdarkanFotoDiBalikJerujiBesi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *