Jalan keluar dari persoalan-persoalan buruh adalah dengan berkoperasi. Buruh harus punya keinginan kuat dan berani membangun koperasinya sendiri dengan prinsip-prinsip disiplin, jujur, dan adil, dimana itu semua harus dilakukan dalam semangat sama rata sama rasa.

Dengan berkoperasi maka kaum buruh adalah pemilik sekaligus pekerja koperasi. Dengan demikian maka buruh secara bergotong royong, telah membangun kedaulatan ekonomi-politiknya sendiri.

Menimpali pernyataan saya diatas, Wisnu Wardana, aktifis dan pendiri SBSI Bali, yang juga sahabat dan senior saya mengatakan bahwa “berserikat atau bergerombol yang waras dulu untuk mendirikan dan menyamakan persepsi tentang koperasi itu. Dan itu adalah cita2 ideal dari serikat buruh dari dulu, sayangnya serikat masih sibuk dgn isu-isu normatif yang selalu digosok pilitik kepentingan jangka pendek..”

Wisnu juga menyampaikan bahwa membangun atau mendirikan koperasi bukan masalah berani atau tidak berani, tapi mau atau tidak… maaf untuk sementara serikat masih sering hanya dijadikan sebagai tunggangan bagi yang berkepentingan, masih jauh dari prinsip-prinsip diatas. Dan isu yang selalu diangkat masih berputar-putar di normatif bukan pada penguatan dan kemandirian.. sehingga masih jauh dari kesadaran kolektif untuk kebutuhan berkoperasi…

Selamat Hari Buruh Internasional !!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *