Oleh: Gentry Amalo Tahun 2014 ini Bangsa Indonesia memasuki apa yang disebut sebagai “tahun politik”. Disebut demikian karena pada tahun ini, Bangsa Indonesia menghadapi dua kali pemilu, yakni pemilu legislatif yang  telah berlangsung pada 9 April lalu untuk memilih anggota Dewan Perwakilan Rakyat mulai dari DPRD Tk.II, DPRD Tk.I, DPRContinue Reading

Oleh: Gentry Amalo Hasil hitung cepat Pemilu Legislatif 9 April lalu yang dilakukan Lembaga Survey Indonesia (LSI) menyebutkan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) keluar sebagai pemenang pemilu legilatif dengan perolehan suara sebesar 19,77%, kemudian disusul Partai Golkar dengan suara sebesar 14,16% dan Gerindra dengan suara sebesar 11,86%. Kendati keluar sebagaiContinue Reading

Oleh: Gentry Amalo Menjelang Pemilu 2014 ini, publik Indonesia dihadapkan pada persoalan yang berkaitan dengan keluhan atau kritik elite Partai Demokrat terhadap media massa. Menurut mereka, media massa dianggap bias saat memberitakan politisi Partai Demokrat, sehingga media dianggap turut berkontribusi terhadap terus merosotnya elektabilitas Partai Demokrat seperti yang ditunjukkan berbagaiContinue Reading

Oleh: Gentry Amalo Menjelang Pemilu 2014, persoalan yang berkaitan dengan modal ekonomi dan modal politik, dimana Pengusaha media MNC Group, Harry Tanoesudibyo, bergabung dan menjadi pengurus teras Partai Hanura yang didirikan oleh Wiranto. Bahkan bersama Wiranto pula mencalonkan diri sebagai kandidat cawapres dan capres yang diusung HANURA. Persoalan ini melengkapiContinue Reading

Oleh: Gentry Amalo Public Sphere kerap diterjemahkan sebagai ruang publik atau ranah publik, pertama kali digagas Jurgen Habermas, filsuf berkebangsaan Jerman yang juga guru besar sosiologi. Gagasan Habermas ini dituangkan ke dalam bukunya yang berjudul The Structural Transformation of The Public Sphere: an Inquiry into a Category of Bourgeois SocietyContinue Reading

Oleh: Gentry Amalo Dalam dekade terakhir di Abad ke-20 ini, internet telah mempercepat proses globalisasi dunia. Dimana sebagai sebuah teknologi interaktif global, internet telah menjadikan seluruh wilayah negara di dunia ini termasuk Indonesia menjadi negeri tanpa berbatas dan telah menciptakan budaya baru dalam tata pergaulan dunia internasional. Lebih dari sepuluhContinue Reading

Oleh: Gentry Amalo Awal pertengahan tahun 2013 ini, publik Indonesia dihebohkan dengan atraksi “goyang Caisar”, sebuah pertunjukan hiburan alternatif yang disajikan melalui acara Yuk Keep Smile milik TransTV. Berbeda dengan pesohor lainnya seperti Inul Daratista dengan “goyang ngebor”-nya, Dewi Persik dengan “goyang gergaji”-nya, hingga Zaskia Gothik dengan “goyang itik”-nya, yangContinue Reading

Oleh: Gentry Amalo Era Reformasi, telah melahirkan iklim baru yang bernama demokrasi dan kebebasan. Sebagai pilar ke empat demokrasi di Indonesia, Pers memegang peranan penting sebagai jembatan demokrasi. Di masa Orde Baru, pers hanya dijadikan sebagai corong kekuasaan yang otoriter, dan untuk menjaga kekuasaan tersebut pemerintah dalam hal ini DepartemenContinue Reading